Semangat Pagi, Selamat datang di Blog Mari Belajar Usaha

2 Kalimat yang Membingungkan

Written By Mari Belajar Usaha on Rabu, 24 April 2013 | 00.25

Semangat pagi.
Nah mungkin kita pernah mendengar kata-kata orang tua kita pada saat kita sekolah dahulu, begini nih bunyinya "Sekolah yang tinggi nak, biar nanti dapat kerja yang baik".
Coba kita simak dan bayangkan, mungkin tak terfikirkan oleh kita makna dibalik kata itu semua, seolah orang tua kita menyuruh kita untuk terus bersekolah lebih tinggi untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih layak dengan se gudang TITEL dan PANGKAT yang kita dapatkan dari perusahaan. Kebanggaan orang tua pastinya dan juga menjadi KESAYANGAN sang BOS kita yang mempekerjakan kita di perusahaannya.

Tiba-tiba saya teringat kutipan kata dari sebuah Film 3IDIOT yang berbunyi seperti ini "Dia tidak takut mendapatkan Ijasah tetapi dia melakukannya sesuai dengan apa yang dia inginkan", maaf kalau salah, maklum ya.. hehehehe

Nah sekarang saya mau ngasih pertanyaan kepada pembaca semuanya, apa yang menjadi perbedaan dari dua kutipan kata yang saya tebalkan dan miringkan? 
Saya Tunggu Komentarnya ya.

00.25 | 0 komentar

19 HAL YANG WAJIB DILAKUKAN

Written By Mari Belajar Usaha on Selasa, 23 April 2013 | 19.54


1. Putuskan apa sebenarnya yang sangat anda inginkan.
Harus spesifik! Karena semakin jelas keinginan anda, makin besar juga power anda untuk menggapainya. Putuskan apa impian anda dan segera rancang rencana brilian anda untuk menggapainya

2. Rubah dahulu keyakinan anda.
Karena keyakinan adalah arah, rombak keyakinan/belief system anda. Hilangkan keyakinan yang berdampak negatif, perkuat keyakinan yang berdampak positif dan jadikanlah sebagai prinsip anda berbisnis.

3. Yakin dan lakukan saja arahan upline aktif anda.

Percayakan kepada upline, upline selalu memberikan arahan yang terbaik untuk anda. Carilah upline yang bisa anda jadikan sebagai mentor, kupas semua ilmunya !

4. Take Action! Mulai dari sekarang!!
Bukan menunggu datangnya mood ,nanti jika ada waktu luang ataupun menunggu kondisi dan situasi yang pas (sempurna). Ambil tindakan sekarang juga!

5. Jadikan penolakan sebagai sekutu Anda, bukan musuh Anda.
Jangan takut gagal, orang yang sekarang menolak besok pasti gabung. Cuma masalah waktu, dan kapan anda follow up

6. Cermati dengan teliti segala tindakan anda.
Jangan habiskan energi pada hal yang jelas-jelas terbukti tidak akan berhasil mewujudkan keinginan anda. Evaluasi diri anda sendiri paling tidak 1 bulan sekali, bercermin, dan bersyukurlah apapun yang anda dapatkan karena itu adalah hasil keringat anda !

7. Kuatkan kembali sikap mencukupi kebutuhan sendiri.

Daripada sikap selalu tergantung kepada orang lain. Maka cukupilah kebutuhan anda (softskill). Cari posisi strategis dalam berbisnis, jadilah ahli disana dan bekerja samalah dengan team yang bisa saling melengkapi !

8. Kreatif dan inovatif. Jika perlu, buat sendiri momentum anda
Rubah atau modifikasi tindakan anda sesuai kebutuhan sampai pada akhirnya tujuan tercapai

9. Mempertahankan antusiasme meskipun ada kemunduran yang tidak terhindarkan
Perkembangan bisnis adalah fluktuatif, naik turun. Saat inilah keimanan anda akan kesuksesan anda sedang di uji. Banyak yang gagal disini, tapi ingat ! Quiter never win, Winner NEVER QUIT !

10. Selalu evaluasi semua tindakan anda

Cermati apa yang harus diperbaiki, apa yang harus ditingkatkan. Berkonsultasilah dengan leader secara teratur.

11. Tetap terfokus di tengah-tengah gangguan

Tetapkan 1 tujuan anda sebagai garis finish. Buka mata, buka telinga hanya kepada orang-orang yang mendukung anda dan satu garis misi dengan anda, siapapun itu.

12. Hadiri pertemuan-pertemuan penting &Menghindari pertemuan yang tidak produktif

1x datang pertemuan = mempercepat 1 bulan bisnis anda
Menduplikasikan pertemuan = mempercepat 3 bulan bisnis anda

13. Pilih dan latih orang-orang Anda sendiri dan bukannya tergantung pada pihak lain
Duplikasikan ilmu yang didapat secepatnya, sebanyak-banyaknya

14. Jaringan anda bergerak jika anda gerakkan
Dan akan mati jika anda berdiam diri, jangan berharap passive income di tahun pertama. Teruslah kayuh roda bisnis anda semaksimal mungkin ! TERUS dan TERUS !!! Passive income masih nanti !!

15. Mengenali keuntungan (upside ) dan kerugian ( downside) tindakan anda.
Tahu tentang apa yang anda korbankan, dan apa yang akan anda dapatkan. Manajemenlah sebaik mungkin. Kenalilah resiko disetiap tindakan anda !

16. Keberhasilan leader berdasarkan kemampuan melewati masalah, bukan banyaknya alasan.

Alasan yang dicari-cari cenderung hanya untuk membenarkan kesalahan anda, dan membuat anda tidak berkembang. Berhentilah melakukan hal itu !

17. Rekrut dan kembangkan leadership dijajaran downline anda

Seberapa besar bisnis anda tergantung jumlah leader yang ada dijaringan anda. Segera buka diagram jaringan anda, cepat cari bibit-bibit leader itu ! SEGERA !!!

18. ACTION menghilangkan keraguan dan ketakutan
Keraguan & kekhawatiran seseorang 80% adalah salah. Berhentilah meragukan, cari jawabannya dengan ACTION !!!

19. Tingkatkan Iman dan Kekuatan hubungan kita dengan Sang Maha Kaya

Tingkatkan iman dan kepercayaan kita terhadap Tuhan, perbaikilah tingkat ibadah kita agar semua langkah yang kita lakukan semakin lancar dan lancar. Amin
19.54 | 0 komentar

Kapan Konsumen Memutuskan Membeli Produk Anda?


Apakah anda tahu kapan konsumen memutuskan Membeli Produk anda? Saya sendiri tidak. Yang saya bisa cuma memperkirakan saja. Bisa jadi yang saya duga membeli, ternyata tidak. Sebaliknya, yang tidak ternyata membeli.
Yang bisa saya upayakan hanya berusaha memberi pelayanan terbaik, menjaga hubungan dengan mereka, dan mengupayakan segala faktor yang mendukung terjadinya penjualan berjalan lancar. Selebihnya keputusan final tetap ada di tangan konsumen.

Konsumen membeli produk saat mereka siap membeli dan bukan ketika anda siap menjual
Nah, soal perilaku konsumen ini, para pakar marketing sering berkata begini: konsumen membeli produk saat mereka siap membeli dan bukan ketika anda siap menjual. Apa maksudnya?
Maksudnya, tak peduli seberapa baik produk atau layanan anda, calon konsumen tetap tak akan membeli selama mereka belum siap membeli. Sekalipun mungkin mereka selama ini telah menjadi konsumen anda, kalau mereka belum siap membeli lagi, penjualan tak akan terjadi.

Penyebab ketidaksiapannya bisa bermacam-macam. Mungkin mereka sedang kesulitan keuangan. Atau bisa saja harus memprioritaskan membeli susu buat anak mereka dan membayar uang sekolah. Barangkali juga cicilan kredit sedang jatuh tempo, dan banyak lagi penyebab yang menurut mereka penting dan perlu didahulukan.

Dalam kondisi semacam ini, sebaik apapun produk anda, menjadi kurang berarti. Karena tak didukung kemampuan daya beli konsumen. Tapi bukan berarti mereka tak jadi membeli. Mereka hanya menunda saja karena ada kebutuhan lain yang menurutnya lebih mendesak. Tugas kita sebagai pebisnis internet adalah menjaga hubungan sampai masa penundaaan itu berakhir. Sampai ketika mereka mengatakan “Ya saya siap membeli produk anda”, anda selalu siap menyambutnya dengan tangan terbuka.

Memang perilaku konsumen kadang sulit ditebak. Bisa saja mereka langsung membeli produk anda pada detik ini juga. Tapi bisa juga tidak. Jika mereka siap, baru mereka membeli. Artinya kita tak tahu kapan konsumen memutuskan membeli. Bisa saja yang kita kira akan membeli, ternyata mendadak ada kondisi darurat yang membuatnya menunda membeli.
Kalau itu yang terjadi, bukan lalu kita meninggalkannya. Tapi sebaliknya kita harus tetap jaga hubungan dengannya.

Maka penting untuk selalu mem-follow up para prospek dan menjaga hubungan dengan para konsumen anda secara rutin. Ya, menjaga hubungan secara kontinu adalah tantangan sekaligus kunci sukses bisnis anda.
Maka, meski FormulaBisnis dihujani ribuan email tiap harinya, belum termasuk SMS dan telepon, kami tetap berusaha melayaninya sebaik mungkin. Menjaga kontak dengan mereka dan menjaga mereka agar tetap dekat dengan kita. Termasuk rutin mengirim artikel terbaru lewat email. Berkunjung ke blog anda dan memberikan dukungan.

Karena kita tak pernah tahu kapan calon konsumen mengatakan “ya saya gabung dengan anda” dan anda harus selalu siap saat waktu itu tiba, maka anda harus selalu ada di “samping” mereka.

Tentu, selain bertanggung-jawab memelihara hubungan baik, kita pun harus belajar mengoptimalkan cara kita berhubungan dengan mereka. Supaya penjualan lebih cepat terjadi, konsumen yang bergabung lebih banyak, dan bisnis
anda meningkat pesat.

Ayo, songsong orang yang siap membeli produk anda, Salam ACTION!
19.53 | 0 komentar

Article Categories

Popular Article

Article Archives