Semangat Pagi, Selamat datang di Blog Mari Belajar Usaha

Follow by Email

6 karakter Para miliarder

Written By Mari Belajar Usaha on Selasa, 23 April 2013 | 19.39

Ternyata para milliarder yang terlahir di dunia ini punya banyak kesamaan. Selain sama-sama punya duit melimpah di bank-bank, para milliarder juga memiliki kesamaan lain yakni the way of thinking, cara mereka berpikir.

Berikut adalah beberapa sifat yang sama-sama mereka miliki seperti yang ditulis oleh yahoo.com. Mudah-mudahan aja kita dapat belajar dari mereka. Dapat menerapkan sifat-sifat baik yang mereka punya. Hingga impian untuk meraih kebebasan finansial bisa tercapai. to be millionaire.

1. Pikiran yang merdeka
Cara milliarder berpikir cenderung berbeda ketimbang orang kebanyakan. Mereka memikirkan segalanya. Kebanyakan kita berpikir bagaimana agar bisa masuk ke jalur yang sama, bahkan mengeluarkan uang dan usaha ekstra untuk bisa sejalur dengan orang lain. Misalnya, dalam pemilihan jalur pendidikan, harus di universitas tertentu, harus bekerja di bawah perusahaan ternama, dan sebagainya. Namun, tidak dengan para milliarder. Mereka justru menciptakan jalur baru sendiri.

Pikiran berimbas pada aksi, orang-orang yang ingin menjadi kaya akan harta harus berpikir bagaimana cara untuk mencapai gol tersebut. Berpikir merdeka bukan berarti mereka melakukan sebaliknya dari apa yang dikerjakan oleh orang lain. Namun, lebih kepada memiliki keberanian untuk mengikuti apa yang penting untuk kita sendiri. Intinya, bagaimana membangun jalan dan biarkan sukses membawa kita kepada kemerdekaan finansial. Agar uang datang kepada kita, bukan kita yang diperbudak oleh uang.

2. Visi
Umumnya, para milliarder adalah orang-orang kreatif dengan sikap positif. Dengan kata lain, orang-orang kaya tak hanya memiliki mimpi besar, mereka juga percaya bahwa mimpi akan menjadi kenyataan. Dengan begitu, bagi mereka yang mencari kekayaan, sebaiknya menentukan gol dan tak takut akan wilayah yang belum pernah dijamah.

Bill Gates, salah satu orang terkaya di dunia, melakukan hal ini. Pimpinan Microsoft ini adalah salah satu wiraswastawan yang membawa komputer ke hadapan perorangan dan membuatnya menjadi massal. Gates memasuki dunia komputer di tahun 1975 dan berpegang erat pada bidang itu. Ia kemudian menciptakan Microsoft Windows di tahun 1985. Ketika para konsumen membawa komputer ke rumahnya, Gates pun mulai menangguk keuntungan yang tak ada hentinya.

3. Keahlian
Umumnya, para milliarder menggunakan kemampuan terkuatnya untuk memulai usaha mereka. Mereka akan berkonsentrasi dengan keahlian mereka. Lalu mereka akan merekrut orang-orang yang mampu mengisi kekurangan mereka. Jika Kita belum mengetahui kekuatan mereka, buatlah semacam polling di antara orang terdekat untuk mengetahuinya. Lalu perkuat kembali kekuatan Kita dengan kursus atau pelatihan khusus.

4. Gairah
Warren Buffet, ahli investasi, mengatakan bahwa Uang adalah produk dari sesuatu yang saya kerjakan. Menyenangi pekerjaan memberikan kita sebuah disiplin untuk bekerja keras setiap harinya. Menemukan pekerjaan impian memang butuh waktu dan proses. Kebanyakan milliarder malah baru menemukan gairah mereka di umur 45 tahun, rata-rata di usia 54 tahun. Ada sebuah buku yang mengatakan bahwa setidaknya para milliarder ini mengalami rata-rata kegagalan setidaknya 17 kali sebelum mereka benar-benar sukses. Jadi, jika berencana untuk menjadi milliarder, berhentilah mengerjakan hal yang tak Kita sukai, mulailah membangun usaha dari apa yang Kita sukai. Jika Kita belum menemukan apa yang Kita suka untuk lakukan, terus cari hingga Kita menemukannya.

5. Investasi
Para milliarder berani mengorbankan waktu dan uang mereka untuk mencapai gol. Mereka berani mengambil risiko sekarang untuk kesempatan mencapai sesuatu yang lebih baik di masa mendatang. Berinvestasi bisa mencakup dalam sekuritas atau membangun sebuah usaha. Ini merupakan sebuah langkah maju untuk menciptakan sebuah penghasilan. Mulailah berinvestasi sekarang.

6. Persuasif
Jika Kita sudah memiliki produk atau usaha yang bisa dikembangkan, saatnya untuk mempresentasikannya di hadapan orang lain. Penjual (salesman) yang bagus sangat senang mendapatkan kritik atau sanggahan. Dengan kata lain, mereka tak akan menerima jawaban tidak. Para milliarder pun memiliki kemampuan sosial yang bagus. Malah, dalam bukunya yang berjudul Secrets of the Millionaire Mind, T Harv Eker menemukan bahwa kemampuan untuk bersosialisasi lebih tinggi dari IQ kebanyakan para milliarder. Contohnya saja Donald Trump, kekayaannya terus berfluktuasi, namun kemampuannya untuk menjual diri lewat acara televisi maupun lainnya membuatnya selalu kembali menjadi milliarder terkenal.

Kemampuan untuk berkomunikasi dengan orang lain amat penting untuk menjajakan ide Kita. Sebagai seseorang yang akan menjual ide, kejujuran pun penting artinya. Jika Kita ingin menjadi seorang milliarder, jujurlah dan kembangkan kemampuan sosial Kita.

Menjadi seorang milliarder bukanlah hal yang bisa dicapai dalam semalam. Malahan, banyak milliarder membangun kerajaan mereka dalam waktu tahunan (bahkan beberapa generasi). Mereka membangunnya dengan melakukan keputusan-keputusan yang berani, menggunakan keahlian mereka sebaik mungkin, dan terus berusaha mengejar visi mereka. Kekayaan para milliarder ini bukanlah sesuatu yang membedakan mereka dari kebanyakan kita, namun cara dan bagaimana mereka mencapai kekayaan itulah yang membuat mereka berbeda dari kebanyakan orang.
Selamat menjadi Milliarder….